Sunday, 1 September 2013

Sumber P dalam “IMAMAT 26 : 30 -34”

Ini merupakan tugas akhir saya dalam matakuliah Hermeneutik PL 1, dosen yang sangat keren membuat saya semangatt !!! hehhe...


LATAR BELAKANG
SUMBER P

Disebut sumber P karena ditulis oleh para imam, yang di dalam bahasa Latin disebut Priester sehingga nama sumber P sebenarnya adalah kependekan dari nama ‘sumber Priester’. Sumber ini merupakan sumber keempat dalam Pentateukh. Sumber P menuturkan tentang sejarah keselamatan Israel menurut pandangan P sendiri dan dimulai dengan sejarah kejadian mula dan sejarah purbakala. Cerita sejarah purbakala yang diceritakan oleh penulis P diceritakan menurut kerangka silsilah yang memuncak pada silsilah asal-usul bangsa Israel yang terdapat dalam Kejadian 11 : 10 dan seterusnya.
Disebut P karena tulisan ini dibuat oleh para imam yang menguasai kehidupan keagamaan bangsa Yahudi saat itu. Kenyataan itu terjadi ketika mereka tidak memiliki raja untuk memerintah mereka karena kerajaan Yehuda diselatan telah dihancurkan oleh Babylonia tahun 586 SZB. Mereka beranggapan bahwa kehancuran yang mereka alami adalah hukuman dari Yahweh karena mereka tidak taat akan perintah Yahweh. Ketidaktaatan tersebut Nampak dalam tindakan Manasye, raja Yehuda yang dianggap sumber dari kehancuran Yehuda.
Sumber P ditulis sesudah orang Yahudi dibawa pulang dari pembuangan mereka di Babylonia sekitar tahun 538 SZB oleh raja Koresh dari Persia setelah Babylonia dikalahkan. Disebut P karena pada saat itu yang menguasai kehidupan keagamaan bangsa Yahudi adalah para imam. Peran imam semakin menguat setelah Bait Allah II dibangun. Peran Bait Allah menjadi semakin penting karena menjadi pusat kegiatan bangsa Yahudi baik secara politik, ekonomi maupun secara keagamaan. Meningkatnya peran Bait Allah meningkat pula peran dari para Imam. Iman-iman yang berperan pada masa Bait Allah II adalah imam-imam keturunan Zadok.
Sebelum zaman pembuangan para imam dengan mudah memelihara tradisi-tradisinya dengan lisan tetapi sejak pembuangan dan penghancuran Bait Suci mereka kehilangan jati dirinya sehingga melihat situasi ini para imam mulai menulis dan mengumpulkan tradisi-tradisi Israel agar jangan hilang.
Inilah latar belakang munculnya sumber P sekitar 550-500 SZB. Tujuan penulisannya adalah untuk mengingatkan bangsa Israel bahwa mereka adalah bangsa KUDUS milik Allah. Kerangka P sangat menekankan peranan kultus, yaitu aturan-aturan kebaktian dan semua hal yang berhubungan dengan imamat. 3 kegiatan kultus utama sumber P adalah mengenai bagaimana menjadi bangsa kudus milik Allah dengan adanya perjanjian antara Allah dengan manusia :
1.      Perjanjian Allah dengan Nuh, tandanya adalah busur
2.      Perjanjian Allah dengan Abraham, tandanya adalah Sunat
3.      Perjanjian Allah dengan Musa, tandanya adalah Sabat
Menurut sumber P periode I sebelum air bah manusia dipanggil untuk berkuasa atas binatang tetapi tidak boleh memakannya, periode II setelah air bah manusia boleh memakan daging binatang tanpa darahnya, periode III perjanjian Allah dengan Abraham, periode IV wahyu/penyataan Allah yang sempurna dimana Yahwe menyatakan diriNya sebagai Allah Israel di Sinai dan memberikan hukum-hukumNya kepada bangsa Israel. Dalam sumber P, harun diangkat menjadi iman besar dan dipanggil untuk mendamaikan bangsa Israel dengan Allah . Bagi P, Kultus merupakan medium untuk memelihara dan memperbaiki hubungan manusia dengan Allah. Tiga kultus ini dapat diringkas menjadi halal, sunat dan sabat. Jika bangsa Israel dapat melakukan ketiga hal di atas maka mereka telah menjadi bangsa kepunyaan Allah yang KUDUS.
Seluruh kitab Imamat berasal dari sumber P, jadi ditulis pada masa pembuangan dan sesudahnya. Namun, hukum-hukum tentang kesucian yang terdapat dalam Imamat 17 – 26 kemungkinan berasal dari masa nabi Yehezkiel, jadi kira-kira pada awal pembuangan di Babylonia.



TAFSIRAN
“IMAMAT 26 : 30 -34”
·        Ayat 30
Dan bukit-bukit pengorbananmu akan Kupunahkan, dan segala pedupaanmu akan Kulenyapkan. Aku akan melemparkan bangkai-bangkaimu ke atas bangkai-bangkai berhalamu dan hati-Ku akan muak melihat kamu.

= Dan bukit-bukit pengorbananmu : Bukit-bukit ini terkenal sebagai tempat-tempat dimana orang-orang beribadah dan mempersembahkan korban kepada Baal. Karena dalam PL umat Allah yang tidak setia sering menyembah berhala di puncak-puncak gunung atau bukit. akan Kupunahkan : akan dimusnahkan, Ku disini adalah Yahweh. dan segala pedupaanmu : pedupaanmu mungkin menunjuk pada mezbah kecil yang dapat dibawa dan diatasnya dibakar kemenyan (dupa). akan Kulenyapkan : akan dilenyapkan oleh Yahweh. Aku akan melemparkan bangkai-bangkaimu ke atas bangkai-bangkai berhalamu : Aku disini menunjuk pada Yahweh, sedangkan bangkai-bangkai disini disebutkan sebanyak dua kali yaitu bangkai manusia dan bangkai berhala. Mungkin bangkai manusia yang dimaksud disini yaitu mayat manusia, mu disini menunjuk pada orang Israel sedangkan bangkai berhala mungkin adalah tiang-tiang berhala yang terbuat dari kayu, jadi karena kayu tidak berjiwa jadi sama seperti bangkai. hati-Ku akan muak melihat kamu : hati-Ku yaitu hati Yahweh akan jijik melihat kamu yaitu orang Israel.

·        Ayat 31
Kota-kotamu akan Kubuat menjadi reruntuhan dan tempat-tempat kudusmu akan Kurusakkan dan Aku tidak mau lagi menghirup bau persembahanmu yang menyenangkan.

= Kota-kotamu akan Kubuat menjadi reruntuhan : mungkin yang dimaksudkan dengan kota-kotamu yaitu tempat-tempat tinggal dari orang Yahudi yang oleh Yahweh akan dijadikan reruntuhan berarti akan dihancurkan. tempat-tempat kudusmu akan Kurusakkan : disini kata-tempat-tempat kudus berarti jamak, mungkin kalimat ini menunjuk pada zaman sebelum reformasi Yosia yaitu dimana orang-orang bisa mempersembahkan korban kepada Tuhan dibanyak tempat dan disini Yahweh ingin merusakkan atau menghancurkan tempat-tempat kudus tersebut. Kemungkinan disini imam-imam mau bilang bahwa tidak boleh mempersembahkan korban dibanyak tempat hanya boleh mempersembahkan korban di bait Allah. Aku tidak mau lagi menghirup bau persembahanmu yang menyenangkan : persembahan yang menyenangkan bisa dilihat dalam imamat 1:9 dimana bau korban yang naik dihadapan Tuhan akan menyenangkan hati Tuhan namun disini, Yahweh dengan tegas mengatakan bahwa Yahweh tidak mau menghirup bau korban yang dipersembahkan oleh orang Israel lagi, disini sangat Nampak bahwa Yahweh sudah tidak mempedulikan bangsa Israel lagi.

·        Ayat 32
Aku sendiri akan merusakkan negeri itu, sehingga musuhmu yang tinggal di situ akan tercengang karenanya.

= Aku sendiri akan merusakkan negeri itu : negeri itu kemungkinan adalah negeri dimana orang Israel tinggal dan berdiam. musuhmu yang tinggal di situ akan tercengang karenanya. : musuhmu disini kemungkinan musuh-musuh dari orang Israel yang diam bersama-sama dengan mereka, musuh-musuh mungkin menunjuk pada bangsa-bangsa yang menjadi lawan dari bangsa Israel akan merasa heran dengan apa yang terjadi pada negeri atau kediaman orang Israel yang dihancurkan oleh Yahweh.

·        Ayat 33
Tetapi kamu akan Kuserakkan di antara bangsa-bangsa lain dan Aku akan menghunus pedang di belakang kamu, dan tanahmu akan menjadi tempat tandus dan kota-kotamu akan menjadi reruntuhan.

= Tetapi kamu akan Kuserakkan di antara bangsa-bangsa lain : kamu disini menunjuk pada orang Israel, mungkin karena ketidaktaatan orang Israel kepada Yahweh (ay. 30-22) sehingga Yahweh membuat mereka tersebar dimana-mana kemungkinan ini ada hubungannya dengan orang Israel  yang ada di pembuangan yaitu dimana mereka berada diantara bangsa-bangsa yang menjajah mereka. Aku akan menghunus pedang di belakang kamu : mungkin yang dimaksud dengan  menghunus pedang disini adalah penghukuman atau ganjaran yang akan diberikan Yahweh kepada orang Israel. tanahmu akan menjadi tempat tandus dan kota-kotamu akan menjadi reruntuhan : tanahmu disini kemungkinan berarti satu-satunya tempat dimana orang Israe mendapat penghasilan dengan cara bertani akan menjadi tempat yang tandus berarti tidak bisa dimanfaatkan lagi sedangkan kota-kotamu akan menjadi reruntuhan telah disebutkan sebanyak dua kali.

·        Ayat 34
Pada waktu itulah tanah itu pulih dari dilalaikannya tahun-tahun sabatnya selama tanah itu tandus dan selama kamu tinggal di negeri musuh-musuhmu; pada waktu itulah tanah itu akan menjalani sabatnya dan dipulihkan tahun-tahun sabat yang belum didapatnya.

= Mungkin tahun-tahun sabat bisa dibandingkan dengan Imamat 25 : 1 – 7. Kemungkinan  hukum-hukum tentang sabat itu tidak ditaati oleh orang-orang Israel waktu mereka tinggal dalam negeri dan tanah sebagai tempat tandus merupakan bukti tentang hukuman mereka. Namun, ada pengharapan yang datang dimana tanah yang tandus tadi akan menjadi subur kembali selama mereka ada dipembuangan dan menjalani sabat yang seharusnya dijalani mereka dulu.

KESIMPULAN

Dari Imamat 26 : 30 – 34 disini berbicara tentang kutuk yang akan diberikan Tuhan kepada orang Israel, karena dalam Imamat 17 – 26 kemungkinan berasal dari masa nabi Yehezkiel, jadi kira-kira pada awal pembuangan di Babylonia. Mungkin saja ayat ini berbicara tentang hukuman yang akan datang yang akan terjadi kepada bangsa Israel, dimana karena bangsa Israel tidak taat kepada Tuhan maka Tuhan mendatangkan kutuk terhadap mereka yaitu mereka harus mengalami penderitaan karena mereka berada dalam pembuangan di Babylonia. Dalam ayat-ayat ini yang ditekankan yaitu kekudusan. Jika orang Israel taat pada perintah Tuhan dan mau tetap hidup kudus, maka bangsa Israel tidak akan mengalami hal-hal buruk seperti yang telah diuraikan satu-persatu diatas namun jika orang Israel tidak taat dan masih menunjukan sikapnya yang terus-menerus menyembah berhala dengan menunjukan sikap hidup yang tidak kudus, maka Tuhan akan memberikan ganjaran kepada mereka. Dalam ayat ini, imam-imam mau mengatakan bahwa tempat ibadah untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan tidak boleh ditempat lain selain di bait Allah, bahkan dalam ayat terakhir sedikit disinggung tentang sabat, yang merupakan salah satu kultus yang dibuat oleh imam-imam tersebut. Jika mereka mau hidup kudus, berarti harus taat dan mengikuti kultus yang dibuat oleh para imam yaitu sabat.