Friday, 5 June 2015

Kamu dalam DOAKU (1)

Aku menyadari bahwa aku tidak tahu siapa yang akan menjadi teman hidupku nanti. Aku juga tidak tahu, apa yang akan terjadi dengan hidup dan pilihanku ketika bersama teman hidupku. Namun satu hal yang aku tahu... Tuhan memberikan kebebasan bagiku untuk menentukan dengan siapa akan kujalani masa depanku... Setiap pilihan memiliki konsekuensinya. Kebebasan untuk memilih dan menentukan yang terbaik harus digunakan sebaik mungkin.

Kebebasan untuk menentukan pilihan ada ditanganku. Namun aku menyadari bahwa terkadang pilihanku mengecewakanku ataupun sebaliknya. Oleh karena itu aku memilih untuk tetap bebas dalam menentukan pilihan, tetapi dia yang ku pilih serta aku yang memilih akan selalu ku bawa kepada DIA yang memberikanku kebebasan. Apakah dia yang terbaik bagiku? atau apakah aku akan menjadi yang terbaik untuknya?

Aku selalu menyebutkan namanya ketika aku memilihnya dulu. Seberat apapun mataku menahan kantuk, namanya tidak pernah terlewatkan dalam setiap doaku... Dia, pilihan pertama dan menjadi lelaki kedua setelah papa yang selalu kusebut dalam doaku. Tuhan tahu aku benar-benar tulus ketika menyelipkan namanya dalam doaku. Walaupun pikiranku saat itu ketika mendoakannya tidak tertuju pada teman hidup dikarenakan umur dan pikiranku masih tergolong remaja. Namun di dalam lubuk hati yang terdalam, aku benar-benar ingin selalu bersamanya. 

Aku tidak merasa di kecewakan oleh orang yang selalu aku doakan ini, bahkan aku merasa akulah yang paling bersalah dari hancurnya hubungan ini... 
Sepertinya aku salah berdoa. Aku hanya mendoakannya agar dia menjadi yang terbaik bagiku dan akan selalu bersamaku. Aku lupa ! Lupa mendoakan diriku sendiri agar menjadi yang terbaik untuknya...

la la la la la
Segala hal bisa diperbaiki. Tidak ada yang perlu disesali... Kebebasanku untuk memilih mengajarkanku untuk setia pada pilihanku dan tidak lupa menyebutkan namamu, namaku... nama kita, ketika aku berdoa.

Aku tidak tahu apakah aku perempuan yang beruntung karena memilih dan dipilih kamu, ataukah kamu lelaki yang beruntung karena telah dipilih dan memilih aku.... yang aku tahu, hatiku memilihmu dan berharap kamulah yang akan menjadi teman hidupku... kamu yang kini selalu ada dalam setiap doa-doaku...

Allah Menyediakan (4) #PTRB

Tulisan ini merupakan renungan berantai yang ditulis oleh beberapa teman secara bergiliran. Tulisan ini adalah tulisan Keempat. Tulisan ketiga dapat dibaca di blog kakak terkasih Lastriana Ginting, disini : http://lastrigintinglagie.blogspot.com/2015/05/memantaskan-diri-3ptrb-tulisanini.html?spref=fb



“Apa yang tak pernah dilihat mata dan tak pernah didengar telinga. Yang tak pernah timbul di dalam hati, semua disediakan bagi yang mengasihi Dia…”Allah Sanggup

Kalau dalam tulisan-tulisan sebelumnya bercerita mengenai pasangan hidup, maka dalam tulisan kali ini saya ingin merenungkan betapa kasih Tuhan sangat nyata dalam kehidupan saya khususnya selama saya melaksanakan praktek pendidikan lapangan 6. Sebagai seorang mahasiswa Fakultas Teologi yang akan menjalani masa praktek selama 4 bulan di GKI Ngagel Surabaya, saya mengalami ketakutan yang luar biasa karena saya tidak mengetahui dengan baik mengenai GKI Ngagel. Saya takut tidak diterima dengan baik, takut tidak memiliki teman, takut tidak bisa melakukan apa-apa dan masih banyak ketakutan lainnya. Ketakutan tersebut terasa sangat nyata ketika saya menginjakan kaki di GKI Ngagel, hingga membuat saya mengalami sakit selama seminggu karena kecemasan yang saya ciptakan sendiri. Sakit di tempat orang yang belum kita kenal dengan baik bahkan belum akrab sama sekali bukan sesuatu yang menyenangkan. Namun apa yang tidak pernah saya pikirkan dan yang tidak pernah timbul di dalam hati saya, itulah yang Tuhan sediakan. Saat itu ada beberapa pegawai kantor gereja yang membantu saya, memberikan obat, makanan bahkan mengantar saya ke dokter untuk diperiksa.

Begitu halnya dengan pertemanan saya. Selama tiga minggu menjalani masa praktek di GKI Ngagel, entah kenapa saya sulit sekali untuk membangun hubungan yang baik dengan pemuda. Alhasil selama tiga minggu pertama, hari-hari saya dipenuhi dengan tangisan karena saya merasa sendiri. Saya sangat berharap Tuhan mau menggerakan hati satu orang saja agar mau berteman dengan saya. Ketakutan saya berkurang satu. Bukan hanya satu orang yang dekat dengan saya tetapi banyak sekali orang dari setiap tingkatan usia dan bukan hanya dekat melainkan mengasihi saya layaknya anak, cucu, serta saudara.

Ketakutan tidak bisa berbuat apa-apa juga bisa dipatahkan. Saya dipercayakan dalam banyak hal, bahkan dalam pelayanan kedukaan mulai dari memimpin penutupan peti jenazah hingga pemakaman dipercayakan kepada saya.

Banyak hal luar biasa yang Tuhan sediakan bagi saya, ketika saya benar-benar berharap kepada-Nya. Bahkan tempat yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya pun disediakan bagi saya, Palangka Raya. Selama satu bulan saya diutus dari GKI Ngagel untuk menjalankan masa praktek disana. Sama halnya yang terjadi di Ngagel, itu juga yang terjadi di Palangka Raya. Tuhan selalu menyediakan.

Kedua tempat ini menyimpan cerita tersendiri di hati saya. Cerita tentang hidup dan pengharapan. Cerita tentang airmata dan kesakitan yang dipakai dan diubah Tuhan menjadi rasa syukur serta sukacita yang mendalam.  Saya tidak tahu GKI Ngagel … saya tidak tahu GKI BaPos Palangka Raya. Yang saya tahu Tuhan tidak akan membawa saya sejauh ini hanya untuk ditinggalkan. Kalaupun Ia pergi, Ia tetap mengawasi saya dan memastikan tempat tersebut aman dan baik buat saya.

Jangan pernah takut untuk memulai sesuatu yang baru dengan Tuhan. DIA, Bapa yang selalu menyediakan yang terbaik bagi anak-anakNya.