Thursday, 29 January 2015

Lansia Yang Tetap Menjadi Berkat

Bisakah anda membayangkan menghabiskan banyak waktu bersama para lansia?

Saya bukan saja membayangkannya tetapi mengalaminya. Praktek Pendidikan Lapangan yang keenam ini sepertinya menguras tenaga, pikiran, hati serta waktu. Kegiatan yang diikuti pun sebagian besar bukan bersama para pemuda ataupun remaja tapi bersama para lansia. Baik itu doa pagi, persekutuan diakonia, persekutuan lansia, perkunjungan pastoral, bahkan untuk kedukaanpun sebagian besar yang terlibat didalamnya adalah jemaat lansia (lanjut usia). Saya termasuk dalam kategori orang yang tidak suka pelajaran yang berbau sejarah didalamnya dan itu mempengaruhi setiap percakapan saya dengan para lansia. Terkadang merasa jenuh, karena saya malas jika harus mendengarkan para oma yang sukanya menceritakan pengalaman masa lalunya ketika masih di jajah Jepang dan Belanda. Cerita yang membosankan! Tapi karena ingin terlihat baik dengan menjadi pendengar yang baik, saya mencoba sebisa mungkin menepis semua kebosanan saya ketika mendengarkan cerita-cerita tersebut. Satu kali.. dua kali.. tiga kali dan entah sudah berapa kali saya bercakap-cakap dengan mereka, saya kemudian tertarik dengan semua cerita mereka. Pengalaman hidup yang mereka lewati membuat saya kagum dan malu pada diri saya sendiri. Bagaimana tidak? sebagai mahasiswa Teologi, saya kalah pengalaman serta iman kepada Tuhan. Saya kalah banyak dengan mereka, maklum mereka ada yang sudah beruur 95 dan saya masih 21 tahun. Ada beberapa hal yang saya pelajari ketika saya duduk dan mendengarkan semua pengalaman hidup mereka dari jaman Jepang, Belanda hingga saat ini:
  1. Suatu saat nanti, jika Tuhan mengijinkan maka saya juga akan menjadi tua. Kisah hidup para oma serta imannya pada Tuhan, setidaknya membuatku melangkah dengan pasti bahwa "Tuhan akan menggendongku hingga masa putih rambutku"
  2. Suatu saat nanti, jika saya menjadi tua, saya juga akan seperti para oma tersebut yang tidak ingin berhenti berbicara kepada orang yang lebih muda dari saya. Tujuannya baik, agar anak muda tidak melangkah dengan salah.
  3. Suatu saat nanti, saya akan menjalani kehidupan saya dihari tua namun kenangan indah ketika saya masih kanak-kanak, remaja, pemuda, hingga dewasa akan terus menghiasi hidup saya.

Berbagi kisah dengan para oma bukanlah hal yang membosankan, karena dari mereka kita bisa belajar pahit manisnya kehidupan ini serta pengalaman hidup bersama Tuhan. Tuhan memberkati para oma ini, sudah lansia tetapi tetap menjadi berkat.

Dunia Mimpi

Hidup memang membingungkan dan kadang tak adil !

Ketika kita benar-benar yakin bahwa orang yang kita pilih adalah yang tepat. Kenyataan membuyarkan semua keyakinan tersebut...

Ketika kita mencoba lari dan menutup mata dari segala sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang kita impikan dan harapkan, kenyataan berteriak dengan kerasnya sehingga langkah kaki ini terpaksa harus terhenti untuk membuka mata melihat apa yang sebenarnya terjadi...

Ketika genggaman tangan ini begitu erat dan susah untuk dilepaskan... kenyataan dengan kejamnya memaksa untuk melepaskan eratnya genggaman tersebut...

yang selalu disesali, kenapa kenyataan selalu datang terlambat ???Seandainya kenyataan bisa datang tepat pada waktunya...

Mungkin saat ini, aku tak akan merasa begitu yakin bahwa kau adalah jalanku... Aku tak perlu berlari dan menutup mata karena itu akan membuatku jatuh terkilir tanpa tahu apa yang menghalangiku... bahkan...Aku tak perlu menggenggam tanganmu dengan erat karena pada akhirnya genggaman tersebut akan terlepas juga...

Terkadang aku berharap bahwa kenyataan hidup ini ada baiknya diakhiri dengan kisah yang bahagia... seperti di novel-novel... yang sebagian besar diakhiri dengan happy ending bukan sad ending !Bahkan ketika kenyataan hidup memaksaku untuk membuka mata dan bangun dari semua mimpi indahku... aku tak ingin terbangun. Aku ingin hidup dalam mimpiku... walaupun itu tidak nyata, setidaknya aku dapat merasakan kebahagiaan di dalamnya daripada harus bangun dan merasakan kopi pahit yang disediakan dihadapanku !

Satu hari... dua hari... tiga hari... dan begitu seterusnya hingga berhari-hari, berbulan-bulan bahkan setahun lebih ini, kejadian itu masih terngiang-ngiang di kepalaku. Mengingat semua keputusanku dulu. Keputusan yang bodoh. Aku pun menyadari bahwa kenyataan itu menjengkelkan, memuakkan dan menyedihkan. Kenyataan memaksaku untuk melepaskan apa yang ada digenggamanku ! Dan dia berhasil... impianku terlepas. Tidak ! bukan terlepas tapi kulepaskan...

Kupikir itu akan berlangsung sementara saja, tetapi ternyata tidak ! Pada akhirnya dengan perlahan-lahan... 

Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa dia adalah orang yang tepat, dia adalah jalanku... tapi hatiku tidak merasa yakin, seyakin aku memilihmu...

Aku mencoba berlari sambil menutup mata dan membiarkan dia menuntunku... dan dia berhasil ! Aku tidak terjatuh, kakiku tidak terkilir tapi hatiku sakit... hatiku yang terluka...

Aku mencoba menggenggam erat tangannya sama seperti aku menggenggam tanganmu dulu... tapi ketidaknyamanan itu datang dan membuatku perlahan-lahan melepaskan genggamannya...

Ya ! Seandainya kenyataan itu bisa datang lebih awal. Setidaknya aku tak akan merasakan menjadi orang yang menyedihkan seperti ini... namun satu hal yang aku tahu, mungkin kenyataan itu bisa menghancurkan segalanya, tapi tidak bisa menghancurkan mata, hati dan pikiranku !Mungkin kenyataan bisa mencuri semua impianku, tapi kenyataan tidak bisa mengambil semua kenanganku... satu-satunya kenyataan yang bisa aku terima adalah kenanganku bersama orang yang pernah aku pilih, yang berlari bersamaku dan menggenggam tanganku dengan erat walau pada akhirnya, aku melepaskannya...





Monday, 26 January 2015

When I Say I Do - Mathew West - (Cover) by VELTE MUSIC

                         



When I say I Do
Matthew West

There must be a God, I believe its true. 
Cause I can see His love, when I look at you. 
And he must have a plan for this crazy life. 
Because He brought you here and placed you by my side.

chorus:
And I have never been so sure of anything before, 
Like I am in this momment here with you 
Now for better or for worse are so much more than only words
And I pray everyday will be the proof 
That I mean what I say when I say 'I do'
Yeah I mean what I Say when I say 'I do'

You see these hands you hold, will always hold you up
When the strength you have just aint strong enough 
And what tomorrow brings, only time will tell
But I will stand by you in sickness and in health 

Cause I have never been so sure of anything before 
Like I am in this momment here with you
And now 'for better or for worse' 
Are so much more than only words
And I pray every day will be the proof 
That I mean what I say when I say 'I do' 
Yeah I mean what I say when I say 

Take my hand and take this ring
And know that I will always love you through anything.

And as the years march on like a beating heart
I will live these words 'til death do us part'

Cause I have never been so sure of anything before 
Like I am in this moment here with you
And now for better or for worse 
Are so much more than only words 
And I pray everyday will be the proof 
That I mean what I say when I say 'I do'
Ya I mean what I say when I say 'I do'

Tetaplah Menanti !

Ketika saya dipercayakan untuk berkhotbah dalam kebaktian remaja, bacaan yang diberikan kepada saya diambil dari 1 Korintus 6:12-20, dengan tema "Menjaga Kekudusan Tubuh Sebagai Bait Roh Kudus". Bagi saya ini bukanlah tema yang mudah untuk dibawakan namun sulit tidaknya harus tetap dikhotbahkan. Selama proses tafsiran yang kemudian berakhir dengan merangkai kata-kata yang indah agar bisa dimengerti oleh remaja, banyak hal yang saya pikirkan. Salah satunya adalah betapa susahnya bagi setiap orang baik laki-laki maupun perempuan yang belum menikah menjaga kekudusan tubuh pada zaman yang semakin maju ini. Di Indonesia saja, banyak remaja yang sudah terjerumus dalam free sex akibat pergaulan yang salah. Saya jadi teringat ayat Alkitab dalam 1 Korintus 15:33 yang berbunyi "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik". Banyak sekali saya bertemu bahkan bercerita dengan orang-orang yang terlanjur jatuh dalam pergaulan yang salah bahkan tak sedikit dari mereka yang dengan bangganya menceritakan pengalaman mereka ketika mencoba untuk free sex dengan lawan jenisnya. Namun ada juga yang menangis karena menyesali perbuatannya. 
Mungkin bagi sebagian orang, kekudusan dan kesucian tubuh menjadi hal yang bisa diperjualbelikan baik dengan uang maupun cinta, baik sukarela maupun terpaksa yang pada akhirnya mengantarkan mereka pada kebiasaan yang akan dilakukan secara berulang kali tanpa ada rasa takut dan bersalah sekalipun. Saya sedih dengan semua kisah yang diceritakan kepada saya. Saya tidak tahu kenapa saya dipercaya untuk mendengarkan semuanya. Satu hal yang saya tahu, semua kisah yang diceritakan kepada saya mengajarkan saya untuk tetap mempertahankan kekudusan dan kesucian tubuh sebelum saya menyerahkannya kepada "dia" yang tepat, dia yang nantinya dihadapan Tuhan akan berjanji untuk menjaga dan melindungi saya serta hidup selamanya bersama saya sampai maut yang memisahkan. Hal ini terdengar lucu. Namun di usia saya yang akan memasuki 22 tahun ini, saya tetap punya tekad yang sama. Tekad untuk tetap menjadi wanita dalam penantian tanpa harus merusak kesucian dan kekudusan tubuh ini sampai tiba waktu yang tepat dari Tuhan.
Saya menyadari bahwa TUBUH ini sangatlah berharga. Bukan dari sudut pandang manusia, tapi dari sudut pandang Tuhan. Sampai pada akhirnya, saya ingin didapati TETAP SETIA. Tetap setia menjaga kepercayaan-Nya dalam menjaga tubuh yang dititipkan kepada saya.

Kita bebas untuk memilih tapi bebas yang bertanggungjawab dengan memilih hal-hal yang tidak merugikan kita serta yang dapat memuliakan Tuhan ! dan yang terakhir, tetaplah menanti... menanti yang terbaik dari Tuhan untuk kita...

Wednesday, 21 January 2015

Part of me 1 - Mencintaimu Adalah Hal Yang Paling Menyakitkan Dalam Hidup Ini...

"Mencintaimu adalah hal yang paling menyakitkan dalam hidup ini... Seharusnya aku tak boleh mencintaimu sedalam ini kalau pada akhirnya… kau menyakitiku" - Given Farrelino


Ruangan itu sangat sepi seperti biasanya dengan lampu yang masih menyala. Ruangan yang seharusnya sudah kosong setelah aktivitas dikantor berakhir, namun nampaknya masih ada seorang lelaki yang betah bertahan didalamnya. Entah apa yang dilakukannya didalam ruangan tersebut, tapi tatapan lelaki tersebut tertuju pada bingkai foto yang berada ditangannya. Sepertinya ia sedang melamunkan sesuatu.

“Kenapa sih,  lo kerjaannya melamun terus tiap selesai kantor?”
Lamunannya terhenti dan langsung menoleh kearah datangnya suara.  Michael yang berdiri dipintu ruangan tersebut tersenyum padanya. Ia cepat-cepat berusaha menyembunyikan bingkai foto yang sedari tadi dipandanginya.
“udah. Gak perlu disembunyiin, gue udah tau kok kalo itu foto Cayla. Udahlah, Giv. Lo itu mestinya move on ! ngapain mikirin hal-hal yang bikin lo sakit hati?” kata Michael mencemaskan sahabatnya yang masih memegang bingkai foto ditangannya.
“Ngapain lo kesini? Ganggu orang aja. Lagian gue rencana mau lembur malam ini karena ada beberapa hal yang harus gue selesaikan” gumam Given seakan mencoba menyembunyikan sesuatu dari Michael.
“Alasan klasik, bro. Udah berapa kali lo bilang kayak gitu? Tapi ujung-ujungnya ya kayak tadi, bukannya lembur karena kerja, eh malah lembur karena liatin fotonya Cayla. Ckckck. Prihatin gue sama lo… Ya udah deh, gue cabut duluan ya. Si Jenny udah nunggu dibawah. Ingat Move On !!!” Balas Michael seraya meninggalkannya dengan tetap memegang bingkai foto tersebut dalam kesunyian.

Given dan Michael sudah bersahabat sejak SMP. Mereka berdua selalu bersama hingga Given menjabat sebagai direktur utama di Perusahaan tersebut menggantikan ayahnya. Tidak heran, banyak hal tentang Given sudah terekam jelas dalam pikiran Michael, seolah-olah tidak ada satupun yang tidak diketahui Michael dari Given begitupun sebaliknya.  Given, lelaki tampan yang memiliki pipi tirus berbentuk kurva, bermata coklat dan memiliki alis yang tebal serta hidung yang mancung dengan rambut hitam dipotong serta ditata dengan rapi layaknya seorang pemimpin perusahaan serta senyumnya yang indah dengan giginya yang putih dan rapi  membuat wanita-wanita yang melihatnya jatuh cinta kepadanya. Namun sayang senyuman yang dulu sering menghiasi bibirnya, kini menghilang tanpa jejak. Senyum yang membuat ia terlihat ramah dan bersahabat hilang dan tergantikan dengan wajah datar, dingin dan tanpa ekspresi. Walaupun begitu Given Farrelino, begitu nama lengkapnya tetap terlihat tampan dimata orang-orang yang melihatnya. Entah sejak kapan Given kehilangan senyum indahnya, yang pasti kejadian empat tahun yang lalu membuatnya sangat terpukul dan hidup dalam keterpurukan. Sejak saat itu ia tidak pernah lagi bersikap ramah kepada orang-orang selain Michael.

“Oh God ! seharusnya aku tak boleh mencintaimu sedalam ini, karena pada akhirnya kau akan tetap menyakitiku” Ungkap Given dan tanpa sadar airmatanya mulai menetes membasahi bingkai foto yang sedang dipandanginya.