Wednesday, 21 January 2015

Part of me 1 - Mencintaimu Adalah Hal Yang Paling Menyakitkan Dalam Hidup Ini...

"Mencintaimu adalah hal yang paling menyakitkan dalam hidup ini... Seharusnya aku tak boleh mencintaimu sedalam ini kalau pada akhirnya… kau menyakitiku" - Given Farrelino


Ruangan itu sangat sepi seperti biasanya dengan lampu yang masih menyala. Ruangan yang seharusnya sudah kosong setelah aktivitas dikantor berakhir, namun nampaknya masih ada seorang lelaki yang betah bertahan didalamnya. Entah apa yang dilakukannya didalam ruangan tersebut, tapi tatapan lelaki tersebut tertuju pada bingkai foto yang berada ditangannya. Sepertinya ia sedang melamunkan sesuatu.

“Kenapa sih,  lo kerjaannya melamun terus tiap selesai kantor?”
Lamunannya terhenti dan langsung menoleh kearah datangnya suara.  Michael yang berdiri dipintu ruangan tersebut tersenyum padanya. Ia cepat-cepat berusaha menyembunyikan bingkai foto yang sedari tadi dipandanginya.
“udah. Gak perlu disembunyiin, gue udah tau kok kalo itu foto Cayla. Udahlah, Giv. Lo itu mestinya move on ! ngapain mikirin hal-hal yang bikin lo sakit hati?” kata Michael mencemaskan sahabatnya yang masih memegang bingkai foto ditangannya.
“Ngapain lo kesini? Ganggu orang aja. Lagian gue rencana mau lembur malam ini karena ada beberapa hal yang harus gue selesaikan” gumam Given seakan mencoba menyembunyikan sesuatu dari Michael.
“Alasan klasik, bro. Udah berapa kali lo bilang kayak gitu? Tapi ujung-ujungnya ya kayak tadi, bukannya lembur karena kerja, eh malah lembur karena liatin fotonya Cayla. Ckckck. Prihatin gue sama lo… Ya udah deh, gue cabut duluan ya. Si Jenny udah nunggu dibawah. Ingat Move On !!!” Balas Michael seraya meninggalkannya dengan tetap memegang bingkai foto tersebut dalam kesunyian.

Given dan Michael sudah bersahabat sejak SMP. Mereka berdua selalu bersama hingga Given menjabat sebagai direktur utama di Perusahaan tersebut menggantikan ayahnya. Tidak heran, banyak hal tentang Given sudah terekam jelas dalam pikiran Michael, seolah-olah tidak ada satupun yang tidak diketahui Michael dari Given begitupun sebaliknya.  Given, lelaki tampan yang memiliki pipi tirus berbentuk kurva, bermata coklat dan memiliki alis yang tebal serta hidung yang mancung dengan rambut hitam dipotong serta ditata dengan rapi layaknya seorang pemimpin perusahaan serta senyumnya yang indah dengan giginya yang putih dan rapi  membuat wanita-wanita yang melihatnya jatuh cinta kepadanya. Namun sayang senyuman yang dulu sering menghiasi bibirnya, kini menghilang tanpa jejak. Senyum yang membuat ia terlihat ramah dan bersahabat hilang dan tergantikan dengan wajah datar, dingin dan tanpa ekspresi. Walaupun begitu Given Farrelino, begitu nama lengkapnya tetap terlihat tampan dimata orang-orang yang melihatnya. Entah sejak kapan Given kehilangan senyum indahnya, yang pasti kejadian empat tahun yang lalu membuatnya sangat terpukul dan hidup dalam keterpurukan. Sejak saat itu ia tidak pernah lagi bersikap ramah kepada orang-orang selain Michael.

“Oh God ! seharusnya aku tak boleh mencintaimu sedalam ini, karena pada akhirnya kau akan tetap menyakitiku” Ungkap Given dan tanpa sadar airmatanya mulai menetes membasahi bingkai foto yang sedang dipandanginya. 

No comments:

Post a Comment