Ketika saya dipercayakan untuk berkhotbah dalam kebaktian remaja, bacaan yang diberikan kepada saya diambil dari 1 Korintus 6:12-20, dengan tema "Menjaga Kekudusan Tubuh Sebagai Bait Roh Kudus". Bagi saya ini bukanlah tema yang mudah untuk dibawakan namun sulit tidaknya harus tetap dikhotbahkan. Selama proses tafsiran yang kemudian berakhir dengan merangkai kata-kata yang indah agar bisa dimengerti oleh remaja, banyak hal yang saya pikirkan. Salah satunya adalah betapa susahnya bagi setiap orang baik laki-laki maupun perempuan yang belum menikah menjaga kekudusan tubuh pada zaman yang semakin maju ini. Di Indonesia saja, banyak remaja yang sudah terjerumus dalam free sex akibat pergaulan yang salah. Saya jadi teringat ayat Alkitab dalam 1 Korintus 15:33 yang berbunyi "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik". Banyak sekali saya bertemu bahkan bercerita dengan orang-orang yang terlanjur jatuh dalam pergaulan yang salah bahkan tak sedikit dari mereka yang dengan bangganya menceritakan pengalaman mereka ketika mencoba untuk free sex dengan lawan jenisnya. Namun ada juga yang menangis karena menyesali perbuatannya.
Mungkin bagi sebagian orang, kekudusan dan kesucian tubuh menjadi hal yang bisa diperjualbelikan baik dengan uang maupun cinta, baik sukarela maupun terpaksa yang pada akhirnya mengantarkan mereka pada kebiasaan yang akan dilakukan secara berulang kali tanpa ada rasa takut dan bersalah sekalipun. Saya sedih dengan semua kisah yang diceritakan kepada saya. Saya tidak tahu kenapa saya dipercaya untuk mendengarkan semuanya. Satu hal yang saya tahu, semua kisah yang diceritakan kepada saya mengajarkan saya untuk tetap mempertahankan kekudusan dan kesucian tubuh sebelum saya menyerahkannya kepada "dia" yang tepat, dia yang nantinya dihadapan Tuhan akan berjanji untuk menjaga dan melindungi saya serta hidup selamanya bersama saya sampai maut yang memisahkan. Hal ini terdengar lucu. Namun di usia saya yang akan memasuki 22 tahun ini, saya tetap punya tekad yang sama. Tekad untuk tetap menjadi wanita dalam penantian tanpa harus merusak kesucian dan kekudusan tubuh ini sampai tiba waktu yang tepat dari Tuhan.
Saya menyadari bahwa TUBUH ini sangatlah berharga. Bukan dari sudut pandang manusia, tapi dari sudut pandang Tuhan. Sampai pada akhirnya, saya ingin didapati TETAP SETIA. Tetap setia menjaga kepercayaan-Nya dalam menjaga tubuh yang dititipkan kepada saya.
Kita bebas untuk memilih tapi bebas yang bertanggungjawab dengan memilih hal-hal yang tidak merugikan kita serta yang dapat memuliakan Tuhan ! dan yang terakhir, tetaplah menanti... menanti yang terbaik dari Tuhan untuk kita...
No comments:
Post a Comment