Sunday, 14 September 2014

Everything Has Changed

Waktu browsing kata-kata motivasi di google, Kata-kata ini yang maknanya dalam banget : 
"Tak ada yang abadi, begitu juga hati. Jangan menunggu tuk ungkap isi hati, ketika kau sadari hanya tangis yang menghiasi".
That's right ! Kata-kata ini juga yang sempat aku tulis di belakang buku harianku ketika aku sadar kalau segala sesuatu pasti akan berubah. Sayangnya aku terlambat menyadarinya. Mau gimana lagi? itu konsekuensinya. Dulu aku selalu berpikir. Seandainya waktu itu aku tidak mengambil keputusan dengan terburu-buru, seandainya waktu itu aku cepat menyadarinya, seandainya waktu itu aku langsung memperbaiki semuanya, seandainya waktu itu aku memilih untuk bertemu dengannya, pasti semuanya tidak akan seperti ini. Ibaratnya nasi sudah berubah jadi bubur alias udah telat kalau disesali saat ini. Aku memang gak pernah nyangka bisa putus selama ini. Selama pacaran 5 tahun 8 bulan ini, kita selalu putus nyambung dan gak pernah mikir kalau bakalan terpisah dengan cara seperti ini. Alasan inilah yang membuat aku gak langsung minta balikan atau gak langsung terima permintaan maaf dan ajakan balikan dari dia, padahal masih sayang. Mau gimana lagi, segala cara sudah dicoba. Walaupun ujung-ujungnya kita gak bisa balikan lagi setidaknya aku sudah pernah mencoba berjuang meraih kembali apa yang sudah terlanjur ku lepaskan (kayak lagu aja). Motto kita
berdua tentang mobil dan garasipun sepertinya sudah harus dihapus. Aku jadi mikir, kenapa kita berdua harus ketemu kalau ujung-ujungnya gak bisa sama-sama? lagi 4 bulan genap 6 tahun. Lama yaa??? ^_^ jawaban yang aku dapat yaa mungkin kita bertemu bukan untuk menyelesaikan cerita ini bersama-sama, tapi kita bertemu untuk saling belajar bagaimana menyelesaikan cerita yang berbeda dengan orang lain yang akan mendampingi kita nantinya. Selang beberapa waktu setelah kami putus, kami memilih untuk melanjutkan hubungan yang baik sebagai saudara dan sahabat (-_-). Kami juga memilih untuk membuka lembaran baru dengan orang yang baru pula, walaupun dengan cara yang berbeda. Dia memilih untuk menjalin hubungan dengan seorang pramugari yang cantik dan aku memilih menjalin hubungan dengan sahabatku. Semoga kami tidak menjadi kami yang dulu. Kami yang egois, kami yang over protective, kami yang cengeng, kami yang pemarah, dan kami yang kekanak-kanakan. Semoga sifat jelek kami yang dulu ketika bersama dapat kami ubah menjadi kami yang baik ketika berpisah dan menjadi kami yang lebih baik lagi ketika bersama pasangan yang kami pilih.

Ini pengalaman paling berharga buat aku. Dari pengalaman ini, aku belajar untuk tidak mengambil keputusan dalam keadaan marah, lebih peka dan perhatian, belajar menghargai perasaan orang yang bersedia bersama dengan kita, belajar untuk minta maaf serta tidak egois, belajar menerima kenyataan serta yang paling penting dari semuanya yaitu belajar untuk tidak menunda mengungkapkan perasaan karena kalau terlambat diungkapkan maka penyesalan yang akan kita pikul. Semua hal akan berubah seiring berjalannya waktu, begitu juga dengan hati,

Saturday, 13 September 2014

KEJUJURAN

Sebenarnya aku lagi gak pengen nulis ini di blog. Tapi tadi waktu persiapan bahan "FirTu"  yang akan aku ceritakan besok di Sekolah Minggu, tiba-tiba jadi pengen aja nulis tentang ini nih di blog. Lagian aku juga gak pernah nulis juga... hahaha
Ngomong-ngomong tentang "Kejujuran", sumpah nyesel banget ! apalagi waktu aku  baca satu persatu bahan sekolah minggu buat esok. Kena banget!
Menurutku ya.. cerita Sekolah Minggu esok pagi "BERAT". Beratnya krn pembahasannya tentang "Aku Mau Jujur". Di akhir ceritanya ada ajakan kepada Anak Sekolah Minggu agar mereka bisa hidup jujur terhadap diri sendiri maupun sesama, walaupun KEJUJURAN memang tidak mudah untuk dilakukan. Belajarlah hidup jujur ... krn tidak ada orang yang suka dibohongi !

Setidaknya ketika baca bahan ini, hanya ada satu orang yang muncul tiba-tiba dalam pikiranku. Mantanku. Dia orang yang paling gak suka sama orang yang suka bohong. Aku salah satunya makanya aku nulis ini... ahahha. Ada benarnya juga sih, kalo bohong itu bikin relasi kita dengan orang lain bisa rusak dan itu benar-benar terjadi. Awalnya dari bohong kecil-kecilan aja. Tapi seiring waktu berjalan, ehhh... keterusan deh bohongnya dan akhirnya bohong itu jadi kebiasaan.
Nyesel, tapi mau gimana lagi...
So, hiduplah dalam kejujuran. ada satu orang yang sering banget bilang berkali-kali sama aku "Mel, harus berani jujur. emang sih, kadang jujur itu menyakitkan, tapi lebih sakit lagi kalo bohong" Gituuu... Ohhhh T_T

Jadikanlah kejujuran sebagai bagian dari hidupmu ...