Waktu browsing kata-kata motivasi di google, Kata-kata ini yang maknanya dalam banget :
"Tak ada yang abadi, begitu juga hati. Jangan menunggu tuk ungkap isi hati, ketika kau sadari hanya tangis yang menghiasi".
That's right ! Kata-kata ini juga yang sempat aku tulis di belakang buku harianku ketika aku sadar kalau segala sesuatu pasti akan berubah. Sayangnya aku terlambat menyadarinya. Mau gimana lagi? itu konsekuensinya. Dulu aku selalu berpikir. Seandainya waktu itu aku tidak mengambil keputusan dengan terburu-buru, seandainya waktu itu aku cepat menyadarinya, seandainya waktu itu aku langsung memperbaiki semuanya, seandainya waktu itu aku memilih untuk bertemu dengannya, pasti semuanya tidak akan seperti ini. Ibaratnya nasi sudah berubah jadi bubur alias udah telat kalau disesali saat ini. Aku memang gak pernah nyangka bisa putus selama ini. Selama pacaran 5 tahun 8 bulan ini, kita selalu putus nyambung dan gak pernah mikir kalau bakalan terpisah dengan cara seperti ini. Alasan inilah yang membuat aku gak langsung minta balikan atau gak langsung terima permintaan maaf dan ajakan balikan dari dia, padahal masih sayang. Mau gimana lagi, segala cara sudah dicoba. Walaupun ujung-ujungnya kita gak bisa balikan lagi setidaknya aku sudah pernah mencoba berjuang meraih kembali apa yang sudah terlanjur ku lepaskan (kayak lagu aja). Motto kita
berdua tentang mobil dan garasipun sepertinya sudah harus dihapus. Aku jadi mikir, kenapa kita berdua harus ketemu kalau ujung-ujungnya gak bisa sama-sama? lagi 4 bulan genap 6 tahun. Lama yaa??? ^_^ jawaban yang aku dapat yaa mungkin kita bertemu bukan untuk menyelesaikan cerita ini bersama-sama, tapi kita bertemu untuk saling belajar bagaimana menyelesaikan cerita yang berbeda dengan orang lain yang akan mendampingi kita nantinya. Selang beberapa waktu setelah kami putus, kami memilih untuk melanjutkan hubungan yang baik sebagai saudara dan sahabat (-_-). Kami juga memilih untuk membuka lembaran baru dengan orang yang baru pula, walaupun dengan cara yang berbeda. Dia memilih untuk menjalin hubungan dengan seorang pramugari yang cantik dan aku memilih menjalin hubungan dengan sahabatku. Semoga kami tidak menjadi kami yang dulu. Kami yang egois, kami yang over protective, kami yang cengeng, kami yang pemarah, dan kami yang kekanak-kanakan. Semoga sifat jelek kami yang dulu ketika bersama dapat kami ubah menjadi kami yang baik ketika berpisah dan menjadi kami yang lebih baik lagi ketika bersama pasangan yang kami pilih.
Ini pengalaman paling berharga buat aku. Dari pengalaman ini, aku belajar untuk tidak mengambil keputusan dalam keadaan marah, lebih peka dan perhatian, belajar menghargai perasaan orang yang bersedia bersama dengan kita, belajar untuk minta maaf serta tidak egois, belajar menerima kenyataan serta yang paling penting dari semuanya yaitu belajar untuk tidak menunda mengungkapkan perasaan karena kalau terlambat diungkapkan maka penyesalan yang akan kita pikul. Semua hal akan berubah seiring berjalannya waktu, begitu juga dengan hati,

No comments:
Post a Comment