Bisakah anda membayangkan menghabiskan banyak waktu bersama para lansia?
Saya bukan saja membayangkannya tetapi mengalaminya. Praktek Pendidikan Lapangan yang keenam ini sepertinya menguras tenaga, pikiran, hati serta waktu. Kegiatan yang diikuti pun sebagian besar bukan bersama para pemuda ataupun remaja tapi bersama para lansia. Baik itu doa pagi, persekutuan diakonia, persekutuan lansia, perkunjungan pastoral, bahkan untuk kedukaanpun sebagian besar yang terlibat didalamnya adalah jemaat lansia (lanjut usia). Saya termasuk dalam kategori orang yang tidak suka pelajaran yang berbau sejarah didalamnya dan itu mempengaruhi setiap percakapan saya dengan para lansia. Terkadang merasa jenuh, karena saya malas jika harus mendengarkan para oma yang sukanya menceritakan pengalaman masa lalunya ketika masih di jajah Jepang dan Belanda. Cerita yang membosankan! Tapi karena ingin terlihat baik dengan menjadi pendengar yang baik, saya mencoba sebisa mungkin menepis semua kebosanan saya ketika mendengarkan cerita-cerita tersebut. Satu kali.. dua kali.. tiga kali dan entah sudah berapa kali saya bercakap-cakap dengan mereka, saya kemudian tertarik dengan semua cerita mereka. Pengalaman hidup yang mereka lewati membuat saya kagum dan malu pada diri saya sendiri. Bagaimana tidak? sebagai mahasiswa Teologi, saya kalah pengalaman serta iman kepada Tuhan. Saya kalah banyak dengan mereka, maklum mereka ada yang sudah beruur 95 dan saya masih 21 tahun. Ada beberapa hal yang saya pelajari ketika saya duduk dan mendengarkan semua pengalaman hidup mereka dari jaman Jepang, Belanda hingga saat ini:
- Suatu saat nanti, jika Tuhan mengijinkan maka saya juga akan menjadi tua. Kisah hidup para oma serta imannya pada Tuhan, setidaknya membuatku melangkah dengan pasti bahwa "Tuhan akan menggendongku hingga masa putih rambutku"
- Suatu saat nanti, jika saya menjadi tua, saya juga akan seperti para oma tersebut yang tidak ingin berhenti berbicara kepada orang yang lebih muda dari saya. Tujuannya baik, agar anak muda tidak melangkah dengan salah.
- Suatu saat nanti, saya akan menjalani kehidupan saya dihari tua namun kenangan indah ketika saya masih kanak-kanak, remaja, pemuda, hingga dewasa akan terus menghiasi hidup saya.
Berbagi kisah dengan para oma bukanlah hal yang membosankan, karena dari mereka kita bisa belajar pahit manisnya kehidupan ini serta pengalaman hidup bersama Tuhan. Tuhan memberkati para oma ini, sudah lansia tetapi tetap menjadi berkat.
.jpg)
No comments:
Post a Comment