Ini merupakan tugas akhir saya dalam matakuliah Hermeneutik PL 1, dosen yang sangat keren membuat saya semangatt !!! hehhe...
LATAR
BELAKANG
SUMBER
P
Disebut
sumber P karena ditulis oleh para imam, yang di dalam bahasa Latin disebut
Priester sehingga nama sumber P sebenarnya adalah kependekan dari nama ‘sumber
Priester’. Sumber ini merupakan sumber keempat dalam Pentateukh. Sumber P
menuturkan tentang sejarah keselamatan Israel menurut pandangan P sendiri dan
dimulai dengan sejarah kejadian mula dan sejarah purbakala. Cerita sejarah
purbakala yang diceritakan oleh penulis P diceritakan menurut kerangka silsilah
yang memuncak pada silsilah asal-usul bangsa Israel yang terdapat dalam
Kejadian 11 : 10 dan seterusnya.
Disebut
P karena tulisan ini dibuat oleh para imam yang menguasai kehidupan keagamaan
bangsa Yahudi saat itu. Kenyataan itu terjadi ketika mereka tidak memiliki raja
untuk memerintah mereka karena kerajaan Yehuda diselatan telah dihancurkan oleh
Babylonia tahun 586 SZB. Mereka beranggapan bahwa kehancuran yang mereka alami
adalah hukuman dari Yahweh karena mereka tidak taat akan perintah Yahweh.
Ketidaktaatan tersebut Nampak dalam tindakan Manasye, raja Yehuda yang dianggap
sumber dari kehancuran Yehuda.
Sumber
P ditulis sesudah orang Yahudi dibawa pulang dari pembuangan mereka di
Babylonia sekitar tahun 538 SZB oleh raja Koresh dari Persia setelah Babylonia
dikalahkan. Disebut P karena pada saat itu yang menguasai kehidupan keagamaan
bangsa Yahudi adalah para imam. Peran imam semakin menguat setelah Bait Allah
II dibangun. Peran Bait Allah menjadi semakin penting karena menjadi pusat
kegiatan bangsa Yahudi baik secara politik, ekonomi maupun secara keagamaan.
Meningkatnya peran Bait Allah meningkat pula peran dari para Imam. Iman-iman
yang berperan pada masa Bait Allah II adalah imam-imam keturunan Zadok.
Sebelum
zaman pembuangan para imam dengan mudah memelihara tradisi-tradisinya dengan
lisan tetapi sejak pembuangan dan penghancuran Bait Suci mereka kehilangan jati
dirinya sehingga melihat situasi ini para imam mulai menulis dan mengumpulkan
tradisi-tradisi Israel agar jangan hilang.
Inilah
latar belakang munculnya sumber P sekitar 550-500 SZB. Tujuan penulisannya
adalah untuk mengingatkan bangsa Israel bahwa mereka adalah bangsa KUDUS milik
Allah. Kerangka P sangat menekankan peranan kultus, yaitu aturan-aturan
kebaktian dan semua hal yang berhubungan dengan imamat. 3 kegiatan kultus utama
sumber P adalah mengenai bagaimana menjadi bangsa kudus milik Allah dengan
adanya perjanjian antara Allah dengan manusia :
1. Perjanjian
Allah dengan Nuh, tandanya adalah busur
2. Perjanjian
Allah dengan Abraham, tandanya adalah Sunat
3. Perjanjian
Allah dengan Musa, tandanya adalah Sabat
Menurut sumber P periode I sebelum air bah manusia
dipanggil untuk berkuasa atas binatang tetapi tidak boleh memakannya, periode
II setelah air bah manusia boleh memakan daging binatang tanpa darahnya,
periode III perjanjian Allah dengan Abraham, periode IV wahyu/penyataan Allah
yang sempurna dimana Yahwe menyatakan diriNya sebagai Allah Israel di Sinai dan
memberikan hukum-hukumNya kepada bangsa Israel. Dalam sumber P, harun diangkat
menjadi iman besar dan dipanggil untuk mendamaikan bangsa Israel dengan Allah .
Bagi P, Kultus merupakan medium untuk memelihara dan memperbaiki hubungan
manusia dengan Allah. Tiga kultus ini dapat diringkas menjadi halal, sunat dan sabat. Jika bangsa
Israel dapat melakukan ketiga hal di atas maka mereka telah menjadi bangsa
kepunyaan Allah yang KUDUS.
Seluruh kitab Imamat berasal dari sumber P, jadi ditulis
pada masa pembuangan dan sesudahnya. Namun, hukum-hukum tentang kesucian yang
terdapat dalam Imamat 17 – 26 kemungkinan berasal dari masa nabi Yehezkiel,
jadi kira-kira pada awal pembuangan di Babylonia.
TAFSIRAN
“IMAMAT 26 : 30
-34”
·
Ayat
30
Dan bukit-bukit pengorbananmu akan
Kupunahkan, dan segala pedupaanmu akan Kulenyapkan. Aku akan melemparkan
bangkai-bangkaimu ke atas bangkai-bangkai berhalamu dan hati-Ku akan muak
melihat kamu.
=
Dan
bukit-bukit pengorbananmu : Bukit-bukit ini terkenal sebagai
tempat-tempat dimana orang-orang beribadah dan mempersembahkan korban kepada
Baal. Karena dalam PL umat Allah yang tidak setia sering menyembah berhala di
puncak-puncak gunung atau bukit. akan Kupunahkan : akan dimusnahkan,
Ku disini adalah Yahweh. dan segala pedupaanmu : pedupaanmu
mungkin menunjuk pada mezbah kecil yang dapat dibawa dan diatasnya dibakar
kemenyan (dupa). akan Kulenyapkan : akan dilenyapkan oleh Yahweh. Aku
akan melemparkan bangkai-bangkaimu ke atas bangkai-bangkai berhalamu :
Aku disini menunjuk pada Yahweh, sedangkan bangkai-bangkai disini disebutkan
sebanyak dua kali yaitu bangkai manusia dan bangkai berhala. Mungkin bangkai
manusia yang dimaksud disini yaitu mayat manusia, mu disini menunjuk pada orang
Israel sedangkan bangkai berhala mungkin adalah tiang-tiang berhala yang
terbuat dari kayu, jadi karena kayu tidak berjiwa jadi sama seperti bangkai. hati-Ku
akan muak melihat kamu : hati-Ku yaitu hati Yahweh akan jijik melihat
kamu yaitu orang Israel.
·
Ayat
31
Kota-kotamu akan Kubuat menjadi
reruntuhan dan tempat-tempat kudusmu akan Kurusakkan dan Aku tidak mau lagi
menghirup bau persembahanmu yang menyenangkan.
=
Kota-kotamu
akan Kubuat menjadi reruntuhan : mungkin yang dimaksudkan dengan
kota-kotamu yaitu tempat-tempat tinggal dari orang Yahudi yang oleh Yahweh akan
dijadikan reruntuhan berarti akan dihancurkan. tempat-tempat kudusmu akan
Kurusakkan : disini kata-tempat-tempat kudus berarti jamak, mungkin
kalimat ini menunjuk pada zaman sebelum reformasi Yosia yaitu dimana
orang-orang bisa mempersembahkan korban kepada Tuhan dibanyak tempat dan disini
Yahweh ingin merusakkan atau menghancurkan tempat-tempat kudus tersebut.
Kemungkinan disini imam-imam mau bilang bahwa tidak boleh mempersembahkan
korban dibanyak tempat hanya boleh mempersembahkan korban di bait Allah. Aku
tidak mau lagi menghirup bau persembahanmu yang menyenangkan :
persembahan yang menyenangkan bisa dilihat dalam imamat 1:9 dimana bau korban
yang naik dihadapan Tuhan akan menyenangkan hati Tuhan namun disini, Yahweh
dengan tegas mengatakan bahwa Yahweh tidak mau menghirup bau korban yang dipersembahkan
oleh orang Israel lagi, disini sangat Nampak bahwa Yahweh sudah tidak
mempedulikan bangsa Israel lagi.
·
Ayat
32
Aku sendiri akan merusakkan negeri
itu, sehingga musuhmu yang tinggal di situ akan tercengang karenanya.
=
Aku
sendiri akan merusakkan negeri itu : negeri itu kemungkinan adalah
negeri dimana orang Israel tinggal dan berdiam. musuhmu yang tinggal di situ akan
tercengang karenanya. : musuhmu disini kemungkinan musuh-musuh dari
orang Israel yang diam bersama-sama dengan mereka, musuh-musuh mungkin menunjuk
pada bangsa-bangsa yang menjadi lawan dari bangsa Israel akan merasa heran
dengan apa yang terjadi pada negeri atau kediaman orang Israel yang dihancurkan
oleh Yahweh.
·
Ayat
33
Tetapi kamu akan Kuserakkan di
antara bangsa-bangsa lain dan Aku akan menghunus pedang di belakang kamu, dan
tanahmu akan menjadi tempat tandus dan kota-kotamu akan menjadi reruntuhan.
=
Tetapi
kamu akan Kuserakkan di antara bangsa-bangsa lain : kamu disini
menunjuk pada orang Israel, mungkin karena ketidaktaatan orang Israel kepada
Yahweh (ay. 30-22) sehingga Yahweh membuat mereka tersebar dimana-mana
kemungkinan ini ada hubungannya dengan orang Israel yang ada di pembuangan yaitu dimana mereka
berada diantara bangsa-bangsa yang menjajah mereka. Aku akan menghunus pedang di
belakang kamu : mungkin yang dimaksud dengan menghunus pedang disini adalah penghukuman
atau ganjaran yang akan diberikan Yahweh kepada orang Israel. tanahmu
akan menjadi tempat tandus dan kota-kotamu akan menjadi reruntuhan :
tanahmu disini kemungkinan berarti satu-satunya tempat dimana orang Israe
mendapat penghasilan dengan cara bertani akan menjadi tempat yang tandus
berarti tidak bisa dimanfaatkan lagi sedangkan kota-kotamu akan menjadi
reruntuhan telah disebutkan sebanyak dua kali.
·
Ayat
34
Pada waktu itulah tanah itu pulih
dari dilalaikannya tahun-tahun sabatnya selama tanah itu tandus dan selama kamu
tinggal di negeri musuh-musuhmu; pada waktu itulah tanah itu akan menjalani
sabatnya dan dipulihkan tahun-tahun sabat yang belum didapatnya.
=
Mungkin tahun-tahun sabat bisa dibandingkan dengan Imamat 25 : 1 – 7.
Kemungkinan hukum-hukum tentang sabat
itu tidak ditaati oleh orang-orang Israel waktu mereka tinggal dalam negeri dan
tanah sebagai tempat tandus merupakan bukti tentang hukuman mereka. Namun, ada
pengharapan yang datang dimana tanah yang tandus tadi akan menjadi subur
kembali selama mereka ada dipembuangan dan menjalani sabat yang seharusnya
dijalani mereka dulu.
KESIMPULAN
Dari
Imamat 26 : 30 – 34 disini berbicara tentang kutuk yang akan diberikan Tuhan
kepada orang Israel, karena dalam
Imamat 17 – 26 kemungkinan berasal dari masa nabi Yehezkiel, jadi kira-kira
pada awal pembuangan di Babylonia. Mungkin saja ayat ini berbicara tentang
hukuman yang akan datang yang akan terjadi kepada bangsa Israel, dimana karena bangsa
Israel tidak taat kepada Tuhan maka Tuhan mendatangkan kutuk terhadap mereka
yaitu mereka harus mengalami penderitaan karena mereka berada dalam pembuangan
di Babylonia. Dalam ayat-ayat ini yang ditekankan yaitu kekudusan. Jika orang
Israel taat pada perintah Tuhan dan mau tetap hidup kudus, maka bangsa Israel
tidak akan mengalami hal-hal buruk seperti yang telah diuraikan satu-persatu
diatas namun jika orang Israel tidak taat dan masih menunjukan sikapnya yang
terus-menerus menyembah berhala dengan menunjukan sikap hidup yang tidak kudus,
maka Tuhan akan memberikan ganjaran kepada mereka. Dalam ayat ini, imam-imam
mau mengatakan bahwa tempat ibadah untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan
tidak boleh ditempat lain selain di bait Allah, bahkan dalam ayat terakhir
sedikit disinggung tentang sabat, yang merupakan salah satu kultus yang dibuat
oleh imam-imam tersebut. Jika mereka mau hidup kudus, berarti harus taat dan
mengikuti kultus yang dibuat oleh para imam yaitu sabat.
No comments:
Post a Comment