Semua berjalan dengan semestinya dan tak terbayangkan hingga saat ini !
Satu
hari, dua hari, berganti menjadi satu bulan hingga bertahun-tahun.
Banyak kisah yang dijalani bersama. Suka dan duka mewarnai perjalanan
panjang ini.
Hei! ini kisahku, aku penulisnya. Tahukah kamu ? Jari-jariku ini menjadi saksi bisu, bagaimana aku berusaha melatihnya agar bisa menari indah untuk menulis kisah ini dengan coretan pena diatas lembaran-lembaran kertas yang kusebut diary ?
Terkadang
ia bisa menari dengan indah tanpa mengenal lelah dan paksaan ketika
kisah yang akan ditulis adalah kisah yang bahagia... namun, ia enggan
menari ketika kisah tersebut adalah kisah yang menyedihkan. Walaupun
demikian aku tetap berusaha melatihnya, agar dia tidak hanya menari
dengan coretan pena dilembaran kertasku ketika kisah tersebut indah dan
bahagia, namun ia juga harus tetap menari ketika kisah itu merupakan
kisah yang menyedihkan, mengharukan hingga menguras air mata. Dengan
begitu jari-jariku ini akan terbiasa dalam segala situasi yang harus
diabadikan.
Berkat jari-jariku, kini kisahmu, kisahku, kisah kita ada didalam diary-diary itu. Lembaran
pertama mengingatkanku bagaimana cara kita bertemu hingga
perpisahan itu merenggut semua kebahagian kita.
Kau sahabatku, tak ada
yang bisa menggantikan kenyataan itu hingga saat ini. Jarak bumi ke bulan itulah penyebabnya. Aku
tidak tahu dengan pasti apa yang membuat semuanya terjadi bahkan
ketika aku mencoba menulisnya, jari-jariku, lembaran kertasku hingga
coretan-coretan pena itu bertanya kepadaku, apa yang sebenarnya terjadi?.
Aku hanya bisa diam dan terus memaksa mereka mengikuti keinginan hatiku
untuk menuliskan sesuatu... ya ! sesuatu tentang dirimu...
Ini
MISTERI yang belum dapat kupecahkan saat ini... Perjalanan ini sudah
terlalu panjang. Namun, jika suatu saat kita harus bertemu lagi... mari
kita menjadi sahabat dan mungkin bisa menjadi saudara...
Mari dijalani, sobat !
Malam
yang gelap... sungguh sangat menyedihkan ketika bintang itu tak nampak
dalam penglihatanmu ! Menunggu? sampai kapan ? Ketika pagi kembali
merenggut gelapnya malam yang ditandai dengan hadirnya sinar matahari...
Sepertinya
sedikit terhibur, namun awan gelap mulai menutupi cahaya tersebut dan
kemudian... hujan turun..... berharap dapat melihat pelangi, namun
hujannya tak kunjung reda hingga malam tiba... kembali mengharapkan
bintang itu nampak, tapi kenyataan berkata lain. Kini, terlihat seorang
anak kecil yang juga sedang menunggu cahaya bintang yang tak kunjung
datang !
Berbeda... anak itu kemudian mengalihkan
pandangannya pada setiap tetes air hujan yang jatuh. Ia menikmatinya...
dan kemudian melupakan apa yang ditunggunya sedari tadi... Kedatangan
cahaya bintang itu menjadi misteri. Tapi jika cahaya bintang itu nampak
kembali... mari kita saling bersapa dan melupakan kekesalan hati karena
penantian yang cukup panjang :)

No comments:
Post a Comment