Monday, 17 August 2015

You are My...

Semua berjalan dengan semestinya dan tak terbayangkan hingga saat ini !

Satu hari, dua hari, berganti menjadi satu bulan hingga bertahun-tahun. Banyak kisah yang dijalani bersama. Suka dan duka mewarnai perjalanan panjang ini.

Hei! ini kisahku, aku penulisnya. Tahukah kamu ? Jari-jariku ini menjadi saksi bisu, bagaimana aku berusaha melatihnya agar bisa menari indah untuk menulis kisah ini dengan coretan pena diatas lembaran-lembaran kertas yang kusebut diary ?

Terkadang ia bisa menari dengan indah tanpa mengenal lelah dan paksaan ketika kisah yang akan ditulis adalah kisah yang bahagia... namun, ia enggan menari ketika kisah tersebut adalah kisah yang menyedihkan. Walaupun demikian aku tetap berusaha melatihnya, agar dia tidak hanya menari dengan coretan pena dilembaran kertasku ketika kisah tersebut indah dan bahagia, namun ia juga harus tetap menari ketika kisah itu merupakan kisah yang menyedihkan, mengharukan hingga menguras air mata. Dengan begitu jari-jariku ini akan terbiasa dalam segala situasi yang harus diabadikan.

Berkat jari-jariku,  kini kisahmu, kisahku, kisah kita ada didalam diary-diary itu. Lembaran pertama  mengingatkanku bagaimana cara kita bertemu hingga perpisahan itu merenggut semua kebahagian kita. 

Kau sahabatku, tak ada yang bisa menggantikan kenyataan itu hingga saat ini. Jarak bumi ke bulan itulah penyebabnya. Aku tidak tahu dengan pasti apa yang membuat semuanya terjadi bahkan ketika aku mencoba menulisnya, jari-jariku, lembaran kertasku hingga coretan-coretan pena itu bertanya kepadaku, apa yang sebenarnya terjadi?. Aku hanya bisa diam dan terus memaksa mereka mengikuti keinginan hatiku untuk menuliskan sesuatu... ya ! sesuatu tentang dirimu...

Ini MISTERI yang belum dapat kupecahkan saat ini... Perjalanan ini sudah terlalu panjang. Namun, jika suatu saat kita harus bertemu lagi... mari kita menjadi sahabat dan mungkin bisa menjadi saudara...
Mari dijalani, sobat !

Malam yang gelap... sungguh sangat menyedihkan ketika bintang itu tak nampak dalam penglihatanmu ! Menunggu?  sampai kapan ? Ketika pagi kembali merenggut gelapnya malam yang ditandai dengan hadirnya sinar matahari...
Sepertinya sedikit terhibur, namun awan gelap mulai menutupi cahaya tersebut dan kemudian... hujan turun..... berharap dapat melihat pelangi, namun hujannya tak kunjung reda hingga malam tiba... kembali mengharapkan bintang itu nampak, tapi kenyataan berkata lain. Kini, terlihat seorang anak kecil yang juga sedang menunggu cahaya bintang yang tak kunjung datang !
Berbeda... anak itu kemudian mengalihkan pandangannya pada setiap tetes air hujan yang jatuh. Ia menikmatinya... dan kemudian melupakan apa yang ditunggunya sedari tadi... Kedatangan cahaya bintang itu menjadi misteri. Tapi jika cahaya bintang itu nampak kembali... mari kita saling bersapa dan melupakan kekesalan hati karena penantian yang cukup panjang :)

No comments:

Post a Comment