Bacaan :
Kejadian 28:10-19
Mazmur 139:1-12, 23-24
Roma 8:12-25
Matius 13:24-30,36-43
Saya bukanlah seorang peramal hebat yang
bisa meramal kehidupan saudara. Saya tidak tahu apakah perjalanan kehidupan saudara
sama dengan perjalanan Yakub atau tidak. Tapi saya yakin tanpa kita sadari,
sebagai orang Kristen, kita seringkali sama persis dengan Yakub dalam jilid
pertama kehidupannya. Kehidupan yang penuh dengan tipu muslihat, kehidupan yang
selalu mengabaikan kehendak Tuhan. Kita tahu akan kebenaran Firman Tuhan namun
cenderung mengabaikannya. Orang yang hidupnya seperti ini menurut rasul Paulus
dalam Kitab Roma adalah orang yang masih hidup menurut DAGING. Hidup menurut
daging yaitu seluruh kehidupan kita dikendalikan oleh sifat manusia, bukan
dipimpin oleh Roh Tuhan. Karena kita dipimpin oleh DAGING, maka seringkali kita
lebih mementingkan diri kita sendiri, iri hati, amarah, masih sering terjadi
perseteruan dalam lingkungan keluarga, gereja bahkan masyarakat. Jangan dulu
kita perhatikan diluar sana, lihat kehidupan kita dulu. Terkadang kita rajin
sekali beribadah dan mendengar Firman Tuhan di kebaktian minggu, ibadah PA,
ibadah pemuda/remaja namun kehidupan kita tidak ada berubah-berubahnya sama
sekali. Ibadah dan persekutuan hanyalah formalitas (yang penting orang lihat
saya pergi beribadah). Namun kehidupan sehari-hari khususnya dalam keluarga,
hubungan suami-istri dan juga anak tidaklah baik, hubungan dengan sesama
tidaklah baik, dalam pekerjaan tidaklah jujur. Hal-hal yang tidak sesuai dengan
kehendak Tuhan itulah yang sering kita jalani. Jika kita masih hidup dalam
cara-cara lama kita, maka kita sama seperti perumpamaan Yesus mengenai lalang
diantara gandum.
Lalang merupakan tanaman liar yang
selalu tumbuh bersama dengan gandum. Tumbuhan ini dapat tumbuh subur melebihi
tumbuhan gandum yang tumbuh bersamanya. Terkadang kehidupan kita juga sama
dengan ini. Kita tumbuh bersama, mendengarkan kebenaran Firman Tuhan bersama
namun hidup kita masih sama dengan yang lama. Kita tahu apa yang benar, apa
yang sesuai dengan kebenaran Firman Allah namun kita tidak melakukannya malah
mengabaikannya. Pada akhirnya sama seperti lalang, akan datang waktunya dimana
setiap orang yang hidup menurut daging akan dicabut dan dicampakkan kedalam
api. Timbul pertanyaan dalam hati kita :
lalu bagaimana solusinya agar kehidupan kita tidak sama dengan kehidupan Yakub
dalam jilid pertama melainkan sama dengan jilid kedua?. Jawabannya adalah kita
harus mengalami PERJUMPAAN DENGAN TUHAN. Sama seperti Yakub yang kehidupannya
diubah setelah mengalami perjumpaan dengan Tuhan begitu juga dengan kehidupan
kita. Suatu perjumpaan yang sejati mampu memberikan makna tersendiri bagi orang
yang mengalaminya. Bayangkan jika kita bertemu dengan keluarga yang sudah lama
terpisah jauh dengan kita, saat bertemu pasti ada kesan mendalam yang kita
dapatkan. Begitu juga ketika kita benar-benar mengalami perjumpaan pribadi
dengan Tuhan Yesus, itu merupakan suatu peristiwa yang akan mengubah kehidupan
kita secara luar biasa. Perjumpaan pribadi yang mampu mengubah kehidupan kita,
ketika kita tidak menganggap doa dan persekutuan hanyalah formalitas belaka.
Melainkan kesempatan untuk membuka hati kita. Perjumpaan pribadi dengan Tuhan
juga bukan hanya ketika kita ada didalam gereja setiap minggunya namun
dimanapun kita berada, ketika kita mampu membuka hati kita untuk sejenak merasakan
kehadiran Tuhan dalam doa, persekutuan-persekutuan jemaat, dan lewat kebenaran
Firman Tuhan, maka disitulah Tuhan ada karena pemazmur mengatakan bahwa Tuhan
ada dan selalu memantau kita dimanapun kita berada. Ketika kita benar-benar
telah mengalami perjumpaan dengan Tuhan, maka saat itu juga kita harus siap
mengubah kehidupan lama kita dan memilih untuk hidup dalam tuntunan Roh Kudus.
Sehingga kata rasul Paulus, kita yang hidup menurut roh dan dituntun oleh Roh
memanggil Allah sebagai Bapa! (hal yang luar biasa).
Namun, ada hal penting yang kita perlu ingat
bahwa hidup menurut Roh bukan serta merta kita akan bahagia dan merasakan
hal-hal yang luar biasa. Jika dibandingkan dengan orang-orang yang hidup dalam
kehidupan lama mereka dan yang selalu mengabaikan kehendak Tuhan, sepertinya
mereka lebih diberkati. Sebaliknya, kita yang melakukan kehendak Tuhan masih
hidup dalam kemiskinan, ketidakadilan, masalah datang silih beganti dalam
kehidupan kita. Sepertinya lebih enak hidup seperti mereka daripada harus hidup
seturut dengan kebenaran Firman Tuhan, benarkan? Saya juga seringkali mengalami
hal seperti ini. Tapi ingat, lalang memang tumbuh lebih subur ketika tumbuh
bersama gandum, namun lalang tidak memiliki masa depan karena pada akhirnya
lalang akan dicabut. Begitu juga dengan kehidupan kita. Jangan pernah takut
karena jika kita siap berubah dari kehidupan lama kita, maka masa depan itu
ada. Seperti Yakub, Tuhan berjanji akan menyertai Yakub dimanapun ia pergi dan
berada, Tuhan akan memberkatinya serta anak cucunya, maka janji itu juga yang
akan kita pegang pada saat ini.
Sangat terlihat berbeda antara orang
yang mendengar Firman Tuhan pada dan melakukannya dengan yang hanya asal
mendengarnya saja. Mungkin dulu kita tidak sungguh-sungguh dalam melayani akan
Tuhan namun saat ini ketika kita membuka hati dan siap dijumpai oleh Tuhan
serta bersedia mengubah kehidupan kita untuk terus hidup dalam tuntunan Roh
Kudus kita akan terus dikuatkan untuk bertumbuh dalam pelayanan kita dengan
Tuhan. Pilihan itu ada ditangan kita pada saat ini, apakah kita mau hidup sama
seperti Yakub sebelum mengalami perjumpaan dengan Tuhan ataukah Yakub sesudah
mengalami perjumpaan dengan Tuhan? Renungkanlah dalam kehidupan kita
masing-masing, Tuhan Yesus memberkati. AMIN
.jpg)

No comments:
Post a Comment