Friday, 25 July 2014

Perjumpaan dengan Tuhan

Bacaan           :
Kejadian 28:10-19
Mazmur 139:1-12, 23-24
Roma 8:12-25
Matius 13:24-30,36-43


Setiap manusia pernah mengalami yang namanya masalah dan pergumulan hidup karena hanya orang matilah yang tidak merasakan namanya masalah dan pergumulan hidup didunia ini. Dari berbagai macam persoalan dan pergumulan, ada persoalan hidup yang disebabkan karena kesalahan pribadi dan mungkin ada yang tidak kita ketahui penyebabnya. Persoalan hidup yang disebabkan oleh kesalahan pribadi dapat kita lihat dari kehidupan Yakub. Itu dapat kita lihat dalam Kejadian 28:10-19. Untuk memperoleh hak kesulungannya, Yakub menipu ayah dan kakaknya yang pada akhirnya ia terjebak masalah dan melarikan diri. Namun, kebenaran Firman Tuhan yang datang kepada kita pada saat ini tidak terfokus pada seberapa besar masalah yang dihadapi oleh Yakub, melainkan terfokus pada perjumpaan Yakub ketika ia berada ditengah pelarian. Kisah Yakub dalam hal ini terdiri dari dua jilid kehidupan Yakub. Jilid pertama yaitu kehidupan Yakub sebelum di Betel dan jilid kedua sesudah Yakub di Betel. Kehidupan Yakub sebelum ia melarikan diri dan bermalam di Betel merupakan kehidupan yang bisa dibilang buruk (merampas hak kesulungan yang walaupun itu memang hak dari Yakub tapi Yakub menggunakan cara yang salah yaitu menipu). Akan tetapi setelah Yakub bermalam dibetel ada perubahan yang terjadi pada Yakub. Apa yang menyebabkan sehingga Yakub berubah (sudah tentu berubah menjadi lebih baik) ? jawabannya karena Yakub mengalami perjumpaan dengan Tuhan ketika ia berada dalam pelariannya.
Saya bukanlah seorang peramal hebat yang bisa meramal kehidupan saudara. Saya tidak tahu apakah perjalanan kehidupan saudara sama dengan perjalanan Yakub atau tidak. Tapi saya yakin tanpa kita sadari, sebagai orang Kristen, kita seringkali sama persis dengan Yakub dalam jilid pertama kehidupannya. Kehidupan yang penuh dengan tipu muslihat, kehidupan yang selalu mengabaikan kehendak Tuhan. Kita tahu akan kebenaran Firman Tuhan namun cenderung mengabaikannya. Orang yang hidupnya seperti ini menurut rasul Paulus dalam Kitab Roma adalah orang yang masih hidup menurut DAGING. Hidup menurut daging yaitu seluruh kehidupan kita dikendalikan oleh sifat manusia, bukan dipimpin oleh Roh Tuhan. Karena kita dipimpin oleh DAGING, maka seringkali kita lebih mementingkan diri kita sendiri, iri hati, amarah, masih sering terjadi perseteruan dalam lingkungan keluarga, gereja bahkan masyarakat. Jangan dulu kita perhatikan diluar sana, lihat kehidupan kita dulu. Terkadang kita rajin sekali beribadah dan mendengar Firman Tuhan di kebaktian minggu, ibadah PA, ibadah pemuda/remaja namun kehidupan kita tidak ada berubah-berubahnya sama sekali. Ibadah dan persekutuan hanyalah formalitas (yang penting orang lihat saya pergi beribadah). Namun kehidupan sehari-hari khususnya dalam keluarga, hubungan suami-istri dan juga anak tidaklah baik, hubungan dengan sesama tidaklah baik, dalam pekerjaan tidaklah jujur. Hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan itulah yang sering kita jalani. Jika kita masih hidup dalam cara-cara lama kita, maka kita sama seperti perumpamaan Yesus mengenai lalang diantara gandum.
Lalang merupakan tanaman liar yang selalu tumbuh bersama dengan gandum. Tumbuhan ini dapat tumbuh subur melebihi tumbuhan gandum yang tumbuh bersamanya. Terkadang kehidupan kita juga sama dengan ini. Kita tumbuh bersama, mendengarkan kebenaran Firman Tuhan bersama namun hidup kita masih sama dengan yang lama. Kita tahu apa yang benar, apa yang sesuai dengan kebenaran Firman Allah namun kita tidak melakukannya malah mengabaikannya. Pada akhirnya sama seperti lalang, akan datang waktunya dimana setiap orang yang hidup menurut daging akan dicabut dan dicampakkan kedalam api.  Timbul pertanyaan dalam hati kita : lalu bagaimana solusinya agar kehidupan kita tidak sama dengan kehidupan Yakub dalam jilid pertama melainkan sama dengan jilid kedua?. Jawabannya adalah kita harus mengalami PERJUMPAAN DENGAN TUHAN. Sama seperti Yakub yang kehidupannya diubah setelah mengalami perjumpaan dengan Tuhan begitu juga dengan kehidupan kita. Suatu perjumpaan yang sejati mampu memberikan makna tersendiri bagi orang yang mengalaminya. Bayangkan jika kita bertemu dengan keluarga yang sudah lama terpisah jauh dengan kita, saat bertemu pasti ada kesan mendalam yang kita dapatkan. Begitu juga ketika kita benar-benar mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus, itu merupakan suatu peristiwa yang akan mengubah kehidupan kita secara luar biasa. Perjumpaan pribadi yang mampu mengubah kehidupan kita, ketika kita tidak menganggap doa dan persekutuan hanyalah formalitas belaka. Melainkan kesempatan untuk membuka hati kita. Perjumpaan pribadi dengan Tuhan juga bukan hanya ketika kita ada didalam gereja setiap minggunya namun dimanapun kita berada, ketika kita mampu membuka hati kita untuk sejenak merasakan kehadiran Tuhan dalam doa, persekutuan-persekutuan jemaat, dan lewat kebenaran Firman Tuhan, maka disitulah Tuhan ada karena pemazmur mengatakan bahwa Tuhan ada dan selalu memantau kita dimanapun kita berada. Ketika kita benar-benar telah mengalami perjumpaan dengan Tuhan, maka saat itu juga kita harus siap mengubah kehidupan lama kita dan memilih untuk hidup dalam tuntunan Roh Kudus. Sehingga kata rasul Paulus, kita yang hidup menurut roh dan dituntun oleh Roh memanggil Allah sebagai Bapa! (hal yang luar biasa).
Namun, ada hal penting yang kita perlu ingat bahwa hidup menurut Roh bukan serta merta kita akan bahagia dan merasakan hal-hal yang luar biasa. Jika dibandingkan dengan orang-orang yang hidup dalam kehidupan lama mereka dan yang selalu mengabaikan kehendak Tuhan, sepertinya mereka lebih diberkati. Sebaliknya, kita yang melakukan kehendak Tuhan masih hidup dalam kemiskinan, ketidakadilan, masalah datang silih beganti dalam kehidupan kita. Sepertinya lebih enak hidup seperti mereka daripada harus hidup seturut dengan kebenaran Firman Tuhan, benarkan? Saya juga seringkali mengalami hal seperti ini. Tapi ingat, lalang memang tumbuh lebih subur ketika tumbuh bersama gandum, namun lalang tidak memiliki masa depan karena pada akhirnya lalang akan dicabut. Begitu juga dengan kehidupan kita. Jangan pernah takut karena jika kita siap berubah dari kehidupan lama kita, maka masa depan itu ada. Seperti Yakub, Tuhan berjanji akan menyertai Yakub dimanapun ia pergi dan berada, Tuhan akan memberkatinya serta anak cucunya, maka janji itu juga yang akan kita pegang pada saat ini.
Sangat terlihat berbeda antara orang yang mendengar Firman Tuhan pada dan melakukannya dengan yang hanya asal mendengarnya saja. Mungkin dulu kita tidak sungguh-sungguh dalam melayani akan Tuhan namun saat ini ketika kita membuka hati dan siap dijumpai oleh Tuhan serta bersedia mengubah kehidupan kita untuk terus hidup dalam tuntunan Roh Kudus kita akan terus dikuatkan untuk bertumbuh dalam pelayanan kita dengan Tuhan. Pilihan itu ada ditangan kita pada saat ini, apakah kita mau hidup sama seperti Yakub sebelum mengalami perjumpaan dengan Tuhan ataukah Yakub sesudah mengalami perjumpaan dengan Tuhan? Renungkanlah dalam kehidupan kita masing-masing, Tuhan Yesus memberkati. AMIN









No comments:

Post a Comment