Friday, 13 February 2015

Indomie : Kehangatan ditengah perbedaan


Perbedaan bukanlah tembok pemisah antar manusia. Kebanyakan orang menggunakan “perbedaan” sebagai alasan mendasar dalam membatasi bahkan memisahkan hubungan antar sesama. Hal ini juga yang saya alami ketika saya masih duduk dibangku SMA. Perbedaan itu memisahkan. Yang tadinya mencintai jadi membenci. Sepertinya “perbedaan” memang tidak menyenangkan. Akan ada banyak masalah didalamnya.

Namun pandangan tersebut sedikit demi sedikit mulai menghilang, ketika saya bertemu dengan orang-orang yang berasal dari latarbelakang yang berbeda-beda. Baik suku, agama, ras, antar golongan. Ya ! kampus yang selalu disebut sebagai “Indonesia Mini” merupakan tempat yang baik untuk membongkar pemikiran yang keliru mengenai perbedaan. Perbedaan tidak lagi dijadikan alasan bagi saya dan juga teman-teman untuk menjaga jarak, saling menyalahkan atau saling membenci. Karena semakin kami sadar bahwa kami berbeda, semakin kami yakin bahwa kami harus selalu berdampingan untuk saling melengkapi.

Sama seperti kata-kata dalam sebuah iklan “Indomie” :
"Perbedaan bukanlah mengenai siapa yang benar tapi untuk memperkaya warna dunia. Seperti air dan minyak. Sulit bersatu namun bisa berdampingan"

Mungkin sulit bagi kita untuk menyatukan setiap perbedaan yang ada. Namun kita dapat mengubahnya menjadi sesuatu hal yang menarik, yaitu dengan senyum, kata-kata dan pelukan yang hangat. Karena dengan adanya perbedaan maka dunia akan penuh dengan warna yang indah bukan hanya hitam putih. Bersatu bukan berarti harus menyatu. Bersatu berarti mampu menciptakan suasana kondusif ditengah perbedaan yang ada.



No comments:

Post a Comment