“…Cause when
I'm with him, I am thinking of you. What you would do if you were the one…”
Thinking Of You – Katy Perry
Surabaya, 25 April 2015
Kejadian
itu membuatku tertawa sendiri di dalam kamar. Benar-benar memalukan!
“Karena
kalian disini belum saling mengenal satu dengan yang lain, jadi ada baiknya
kita kenalan dulu yah, gimana kak R…?”
“Bener
kak D, mendingan kita kenalan dulu nih. Siapa tau ada yang nemuin jodohnya
disini. hahaha. Oke, kita nyanyi lagu apa
kabar kita bergembira yah. Nanti kalo aku bilang lima berarti kalian harus
cari pasangan lima orang yang bukan berasal dari gereja yang sama dengan
kalian. Oke”
“Oke,
kak” jawab kami serempak tanda setuju
“Oke…
kita nyanyi yah. Musiiiiikkkk”
“…Apa kabar kita bergembira, tepuk
tangan kedipkan matamu….--- Putar putar putar putar cari yang lain…”
“LIMA
!!!”
“…Putar putar putar putar cari yang
lain…”
“SEPULUH
!!!”
Aku
pun sibuk mencari orang yang bukan berasal dari gereja yang sama denganku dan
ternyata itu merupakan hal tersulit yang pernah kulakukan. Berada
ditengah-tengah orang yang tidak aku kenal sama sekali. Entah mereka remaja
atau pemuda, SMP, SMA, KULIAH atau KERJA pun tidak ku ketahui karena sebenarnya
aku sudah sangat mengantuk saat itu. Aku sibuk dengan khayalanku tiba-tiba aku
dan yang lain diminta untuk menyanyikan lagu tersebut sekali lagi.
“…Putar putar putar putar cari yang
lain…”
“LIMA
BELAS !!!”
“Buseeettt
dah, banyak banget” gerutuku dalam hati, namun apa daya tangan tak sampai.
Akupun kembali mencari orang-orang disekitarku dan dengan keahlianku menyelinap
sana-sini didukung oleh tubuhku yang kecil membuatku bisa menerobos masuk dalam
satu kelompok yang tidak aku kenal sama sekali.
“Oke
yah, nah sekarang tetap dalam kelompok kalian. Dalam waktu 15 menit, kalian
harus berkenalan dengan semua anggota kelompok kalian. Di mulai dari sekarang”
Sebenarnya
aku jengkel dengan kakak yang bertugas sebagai MC saat itu. Acaranya tidak dikemas dengan baik, membosankan untuk
orang sepertiku. Dan lagi, apa daya tangan tak sampai… kami hanya bisa diam dan
ikuti aba-aba dari MC. Untungnya saat
itu aku tidak perlu berjalan menyalami satu persatu orang yang ada disitu
karena mereka ternyata lebih duluan menyalami kami dan juga berkenalan.
Bolehlah, setidaknya tidak perlu terlalu mengeluarkan tenaga ekstra.
“Hai,
aku G”
“A”
“H”
“A”
begitu seterusnya jawabanku pada setiap orang baik laki maupun perempuan yang
memperkenalkan diri mereka padaku.
“Hai,
aku J”
Kaget
aku mendengar nama itu. Nama yang hanya bukan sebatas nama saja tapi memiliki
arti penting bagiku. Jiwaku kembali kedalam tubuhku ketika orang tersebut
menyalamiku.
“Ohh..
ehh, iya… namamu siapa?”
“Namaku
J, kamu?
“ehh…
iya, aku A”
“Salam
kenal”
“Iya”
Setelah
perkenalan itu aku larut dalam khayalanku. Entah karena ngantuk atau karena aku
benar-benar salah tingkah ketika mendengar nama itu lagi… nama yang hanya
beberapa orang saja yang tau, nama yang membuatku memikirkannya kembali…
No comments:
Post a Comment